Big Event (Starlight Sixth) 2018

OSIS SMP IT Ihsanul Fikri Kembali Mengadakan BIG EVENT MAGELANG- Big Event atau “Starlight” adalah acara rutin yang diadakan setiap tahunnya oleh Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMPIT Ihsanul Fikri. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya Starlight ke-6 ini berlangsung selama dua hari yaitu, hari Sabtu dan hari Minggu, pada tanggal (27-28/10). Kegiatan Starlight Six ini dimulai hari Sabtu, tanggal (27/10). Pukul 07.00 para peserta lomba Dari berbagai SD se-JATENG dan DIY sudah terlihat di komplek Ihsanul Fikri bersama guru pendamping masing masing, Sebelum memulai lomba, peseta harus mendaftar ulang di tempat registrasi. Acara dibuka bertempat di lapangan utama PPIT Ihsanul Fikri oleh ketua panitia Chesta Naufal Ramadhan, dilanjutkan sambutan oleh Ahmad Muttaqin,S.T.P. selaku waka kesiswaan sekolah yang menyampaikan semangat bagi peserta lomba dan diakhiri dengan pengarahan peserta ke lokasi perlombaan. “ Tunjukan pada dunia bahwa kalian adalah pemenang unggul,” katanya, sabtu (27/10). Bertepatan dengan peringatan Sumpah Pemuda, Starlight Six ini mengusung tema “From Zero to Islam and be Hero for Indonesia”. Tema ini mengajak pemuda untuk belajar mengenai Islam dan menerapkan ilmunya untuk berjuang membangun Indonesia. Risya Faiza Rizqi Wildan (wakil ketua panitia Starlight Six) mengatakan bahwa pemuda banyak ketidaktahuannya, oleh karena itu pemuda harus berusaha mempelajari ajaran agama Islam dengan baik dan dengan Islam berjuang membangun Indonesia. “Anak muda zaman sekarang banyak yang tidak lagi menegakkan ajaran agama Islam dengan baik. Bahkan mereka banyak yang tidak tahu dengan jelas ajaran-ajaran Islam terlebih dengan perkembangan zaman saat ini. Kita sebagai pemuda Islam harus menunjukkan bahwa dengan Islam kita bisa membangun Indonesia menjadi lebih baik,” ucap Risya. Lomba terdiri dari dokter kecil, kaligrafi, cerpen futsal, panahan, MTQ, MHQ, pionering, dan beberapa olimpiade IPA, IPS, Matematika. Lomba ini dilakukan di beberapa tempat seperti ruang kelas, lapangan, dan masjid. Acara ini di langsungkan sampai pukul 10.00, kemudian di lanjutkan semi final usai salat Dzuhur. Perlombaan Starlight Six ini ternyata juga menarik minat Muhammad Fikri Aufa dari SDIT Cahaya Insani Temanggung, juara Olimpiade Sains Internasional di Beijing, yang juga menjadi juara I Olimpiade IPA di Starlightsix ini. “Saya sangat senang mengikuti lombaini, mudah-mudahan event tahun depan bisa lebih baik lagi,” ucapnya. Bazar kuliner terdiri dari 14 stand yang menjajakan aneka makanan dan minuman mulai dari Pagi hingga sore semua stand selalu ramai dengan pembeli. Tempat stand ada di depan GOR Haji Asy’ari. Stand ini dibuka dari pukul 09.00 – 15.00 WIB untuk akhwat, sedangkan untuk ikhwan usai salat ashar sampai sebelum maghrib. Stand cukup ramai dengan berbagai macam makanan seperti, mie ayam, bakmi goreng, seblak, kebab, es krim goreng, sosis telur dan masih banyak lagi, sedangkan minumannya thai tea, pop ice, jus, teh poci, es miecool dan stand buku. Hari ke-2, berlangsungnya acara talkshow oleh Ust. Shofwan Al Banna khoiruzzad, Beliau menceritakan bagaimana sensasi belajar di kyoto, Jepang pada tahun 2007-2013. Beliau membagi cerita dan pengalaman tentang kedisiplinan waktu. Beliau menceritakan “Jika ada salah satu gedung ada jam besar maka mereka berpikir bahwa waktu tidak dapat diulang.” Ucap Ustadz Shofwan. Beliau mempunyai prinsip “Bergelaklah! Jika diam berarti mati!” kata- kata itu sangat menyemangati beliau saat belajar di Kyoto Jepang. Beliau juga menyampaikan tentang perkembangan dunia saat ini yakni internet. Perkembangan internet dunia kali ini sudah memasuki tahap ketiga yakni dengan banyaknya riset, teknologi, dan inovasi. Namun Indonesia masih tertinggal pada generasi kedua dengan temuan banyaknya youtuber saat ini. Begitu juga dengan literasi sudah berkembang dari literasi lama (membaca, menulis, dan matematika) menjadi literasi baru literasi data, literasi teknologi, dan literasi manusia). “Intinya jangan biarkan kehidupan kita dilemparkan oleh revolusi industri, jangan takut mengubah jenis literasi, jangan takut dengan internet, dan jangan sesat dengan internet,” ucap Ustadz Shofwan Al Bana. Acara puncak di mulai pukul 20.00 WIB. MC yang bertugas langsung menaiki panggung dan seruan takbir. Acara di mulai dengan sambutan dari Kepala Sekolah SMPIT Ihsanul Fikri yaitu bapak Drs. Hanifudin Zuhri,dengan motivasinya yang mudah dicerna dan bermanfaat. Kedua sambutan oleh Ketua Yayasan Tarbiyatul Mukmin yaitu bapak Annas Aziz, terakhir sambutan dari ketua panitia yaitu Chesta Naufal Ramadhan, walaupun dengan kaki yang masih dalam masa penyembuhan, rasa sakitnya terkalahkan dengan semangat yang ada pada dirinya. Setelah sambutan selesai, acara yang dinanti-nanti segera di mulai. Nasyid IZZATUL ISLAM menggema seantero PPIT Ihsanul Fikri. Kurang lebih 10 lagu dibawakan, salah satunya adalah lagu yang menjadi andalannya Robithoh. Takbir-takbir dikumandangkan. Santri ikhwan maupun akhwat terlihat begitu ceria, semangat-semangat yang terpendam untuk memperjuangkan Islam pun tertumpah-ruah pada acara malam hari itu. Tidak peduli baju basah oleh keringat santri ikhwan maupun akhwat menyerukan takbir “Allahu akbar”. Penampilan IZZATUL ISLAM menjadi penutup rangkaian acara Starlight Six. Dari semua rangkaian kegiatan Starlight Six ini, panitia berharap supaya anak muda dapat menggunakan waktunya lebih baik. Menegakkan ajaran-ajaran Islam untuk Indonesia lebih maju. Risya mengatakan, “Kegiatan ini dapat mengajarkan kita bagaimana manajemen waktu, mengatur acara, dan mengorganisasi kegiatan. Banyak tanggisan dan pengorbanan yang dilalui untuk menggapai kesuksesan. Perlu jalan panjang dan berliku untuk mencapai tujuan, maka berjuanglah, berusahalah, dan berdoalah.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *