UNBK 2K18 SMPIT Ihsanul Fikri Mungkid: Ikhtiar Doa dan Sedekah

Alhamdulillah Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMPIT Ihsanul Fikri Mungkid Kabupaten Magelang (SMPIT IF) berjalan lancar, 23-26 April 2018. UNBK menjadi salah satu proses yang harus dilalui para siswa di masa akhir studi di SMPIT IF. Para siswa sadar bahwa UNBK bukan tujuan segala-galanya (mencari ilmu yang utama) tapi mereka senantiasa didorong untuk mengupayakannya secara optimal.

“UNBK bukan tujuan akhir, hanya sebagian kecil tapi mau tidak mau harus dilewati. Kami dorong anak-anak untuk tetap mengupayakannya secara optimal,” ungkap salah satu guru pengasuh. Untuk mengoptimalkan usaha, Tim sukses UNBK SMPIT IF yang terdiri dari guru-guru membuat banyak program, baik ruhiyah, fikriyah maupun jasadiyah. Program tersebut telah disosialisasikan kepada siswa, guru, dan wali murid di awal tahun pelajaran.

Program ruhiyah meliputi agenda harian seperti sholat berjamaah, sholat tahajud, sholat dhuha, tilawah, menghafal Al Quran, puasa, malam bina iman dan taqwa, motivasi, mabit dan doa bersama orangtua, sedekah pekanan, refresing ke pantai, dan lain-lain. Program fikriyah dan jasadiyah seperti LES, bedah SKL, tips dan trik menghadapi UN, klinik UN, uji coba UN, kelompok tutor sebaya, kelompok belajar malam, dan lain-lain.

Progam-program tersebut secara rutin sudah dilaksanakan di beberapa tahun terakhir. Di antara program yang ada mabit dan doa bersama orangtua wali siswa menjadi program yang baru diluncurkan tahun ini, 31 Maret 2018. Dalam program tersebut para siswa diarahkan untuk memohon maaf kepada kedua orangtua masing-masing, orangtua meridhoi, selanjutnya bersama-sama berdoa untuk kesuksesan para siswa.

Di akhir sesi doa para orangtua secara spontan memberikan infaq terbaik pada malam tersebut sebagai upaya mengetuk pintu langit untuk terkabulnya doa-doa mereka. Malam itu terkumpul infaq sebesar Rp 15.237.900 + 10 real + 1 dolar yang langsung diserahkan kepada Rumah Zakat oleh perwakilan orangtua siswa.

Tidak kalah dengan orangtua, pada H-2 UNBK para siswa juga menyalurkan infaq yang telah mereka kumpulkan lewat program dua ribu rupiah per pekan. Kenyataannya banyak anak yang berinfaq lebih dari dua ribu per pekannya. Dua hari menjelang UNBK dari program tersebut terkumpul total infaq sebesar Rp 7.724.000,-. Infaq tersebut oleh perwakilan siswa langsung disalurkan pada sebuah panti asuhan di Kecamatan Candimulyo.

“Kami mewakili teman-teman menyerahkan infaq yang sudah terkumpul. Sebelumnya kami juga minta maaf misal ada kesalahan karena dulu juga sempat berkemah di daerah sekitar panti. Tidak lupa kami juga meminta doa untuk kesuksesan kami dalam menempuh UNBK,” kata Aditya Surya Eka Pratama sebagai ketua generasi kelas 9 sekaligus perwakilan siswa yang menyerahkan langsung infaq ke panti asuhan.

Bermodal usaha, doa, dan sedekah wajah para siswa pada hari H UNBK nampak tenang dan sumringah. Di hari pertama UNBK seperti halnya saat berlangsung Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) dua pekan sebelumnya, pembina yayasan Ustad Jamaludin terjun langsung memotivasi para siswa. Di sela kesibukan sebagai anggota dewan, Ustad Jamal hadir dan mengingatkan siswa untuk selalu mendekat kepada Allah Swt. Lebih lanjut beliau menyampaikan, “Tidak ada yang tidak mungkin jika kita sungguh-sungguh. Prestasi keberhasilan bisa diraih dengan kesungguhan dan kerja keras.”

Sejalan dengan harapan Pembina yayasan para siswa di mana ini juga sudah menjadi bagian dari program sukses UN, sebelum ujian para siswa menjalankan sholat dhuha, menjaga wudhu selama tes, dan mengaji/ murojaah hafalan sesaat sebelum masuk ruang ujian. Hal tersebut berlangsung hingga hari keempat UNBK dengan pendampingan guru dan pengasuh.

Ibarat longmarc, perjalanan menuju UNBk tahun ini tentu tak bisa lepas dari kelelahan dan kepenatan. Ada yang mampir untuk main game. Ada yang belok dan meniatkan nonton film. Ada cari jalan lain untuk lihat kembang api malam tahun baru. Ada yang berhenti di jalan dan harus tereliminasi. Ada juga yang berhenti sejenak untuk sekedar mencari variasi makanan. Dan, persoalan-persoalan di jalan khas remaja lainnya.

Dengan persoalan yang ada alhamdulillah seluruh siswa kelas 9 bisa melaui UNBK dengan sukses dan lancar. Harapan dan tugas baru tentu sudah menanti buat mereka. Seperti selalu diwanti-wanti para guru bahwa UNBK bukan tujuan utama, hanya bagian kecil dari proses yang harus dillewati. Dan, semestinya kebaikan-kebaikan yang siswa lakukan tatkala menyongsong UN harus terus berlanjut. Program-program ketawazunan (ruhiyah, fikriyah, dan jasadiyah) harus terus berlanjut meski dalam bentuk yang berbeda tentu saja.

Harapan itu juga disampaikan oleh kepala sekolah Drs. Khanifudin Zuhri, “Alhamdulillah UNBK telah usai dengan baik, semoga esuk Alloh menyempurnakannya dengan nilai yang lebih baik lagi. Terimakasih kepada bapak ibu/karyawan yg terilbat langsung maupun tidak atas partisipasi dan kebersamaannya. Semoga Alloh kelak akan mengganti tiap tetes keingat kita semua dengan serpihan warna surga. Dan semoga ilmu yg didapat dari anak-anak akan menjadi BEKAL JALAN DAKWAH di masa depannya. Amiinn.”

Alhamdulillah UNBK sudah selesai dan berjalan tanpa kendala berarti. Itu semua tentu tidak lepas dari PERAN ALLAH SWT. Ketika ketawazunan sudah diupayakan maka apa pun hasilnya kelak ketika pengumuman (28 Mei 2018) tak perlu ada yang kecewa. Yakin, itulah hasil terbaik untuk semuanya. Tak perlu salahkan siswa, orangtua, guru, pengasuh, maupun pihak-pihak lainnya. Meski soal bahasa inggris sulit tak perlu pula #2019 ganti guru bahasa inggris 😀.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *